oleh

Gubernur Yulius Perkuat Kemitraan Sulut-Uni Eropa untuk Ekonomi Biru Berkelanjutan.

SULUT.SIN.CO.ID – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Uni Eropa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan ekonomi biru, konservasi laut, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat menerima Delegasi Uni Eropa dalam jamuan makan malam di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7). Delegasi dipimpin Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Denis Chaibi dan dihadiri para duta besar negara-negara anggota Uni Eropa, perwakilan Kementerian/Lembaga, KfW Development Bank, serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kunjungan Delegasi Uni Eropa yang dinilai semakin mempererat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan para mitra pembangunan internasional.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami. Ini menjadi bukti kuat bahwa sinergi internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara terus berkembang dengan baik,” ujar Gubernur.

Baca Juga  KSAD Jenderal Dudung Beri Kuliah Umum 10 ribu Mahasiswa di Gelora Bung Karno

Gubernur menjelaskan, sebagai provinsi kepulauan dengan sekitar 73 persen wilayah berupa perairan, Sulawesi Utara menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Ekonomi Biru nasional yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Menurut Gubernur, Sulawesi Utara telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut. Di sisi lain, praktik penangkapan ikan yang didominasi penggunaan alat tangkap tradisional ramah lingkungan menjadi kekuatan daerah dalam menghasilkan komoditas perikanan berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Baca Juga  Wali Kota Jakut Harap Pramuka Bisa Berikan Kontribusi Bagi Masyarakat

Upaya tersebut turut memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Pada tahun 2025, nilai ekspor perikanan Sulawesi Utara mencapai sekitar 140 juta dolar Amerika Serikat dengan Nilai Tukar Nelayan sebesar 112, yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Gubernur juga mengapresiasi dukungan Uni Eropa, KfW Development Bank, Pemerintah Republik Indonesia, dan WCS Indonesia Program yang sejak tahun 2020 telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara. Kolaborasi tersebut telah menjangkau 29 desa serta memperkuat kapasitas 37 kelompok masyarakat pesisir dalam mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan dan sektor ekowisata, termasuk mengantarkan Desa Budo meraih predikat desa wisata terbaik tingkat nasional.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) di Manado semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat kolaborasi regional dalam perlindungan ekosistem laut dan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Target Kapasitas Energi Bersih 10 GW

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra internasional atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepada Sulawesi Utara. Ia berharap kemitraan yang telah terjalin dapat terus diperluas guna memperkuat ketahanan ekosistem laut, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara maupun kawasan yang lebih luas,” pungkas Gubernur.

News Feed